ya gini... hidup aku sekarang.
di tiap langkahku aku harus sabar menjalani hidupku yang penuh cobaan.
Lain kaki yang kulangkah, lain pula ujian yang harus kutempuh.
"BOTAK!!"
"Tuyul!"
"woy, hajar aswad!"
"woy, rexona!"
"woy, lampu taman!"
"Kepala kau kenapa bim?"
Itu.. baru 6 langkah yang kutempuh, belum lagi kalau aku disuruh lari pas olahraga. Beragam suku kata yang harus kudengar dari mereka yang sangat baik hati meluangkan waktunya untuk menyapaku :)
Jadi ceritanya aku habis pangkas rambut, yah.. kira-kira 3 hari yang lalulah.
Aku sempet di-colak-in pas sidak hari senin lalu. Jadi hari rabunya baru deh aku mutusin buat ngerapiin rambut klimis ku yang jadi berantakan. (Jujur jadi inget sama pomade).
Bima belum botak : "Bang, pangkas bang"
tukang pangkas : "mau diapain nih dek? pendekin aja?"
Bima belum botak : "bolehlah.."
Bima belum botak : "botakin ajadeh bang, kaya gini" *nunjukin foto iko uwais di film the raid2*
tukang pangkas : *ngangguk*
Lagi serius motong, tiba-tiba ada orang beli kerupuk di warung kecil yang kebetulan juga punya dia.
Dia berenti sebentar, sementara rambut aku baru sebelah kiri doang yang dihabisin!
aku coba make kacamata aku, aku liat kepala aku rambutnya cuma sebelah kanan-_- aku nyengir sedih.
trus abang pangkasnya nanya "kenapa ketawa dek?" - "ini gayanya... emang gini bang?" - "ya, kalo mau gini ya gapapa" - "gak deh bang, lanjutin" (dalam hati udah ngutuk-ngutuk -_- ini tukang pangkas jawabannya polos atau emang mau cari untung doang?)
Sejak saat itu, aku gabisa make pomade lagi:'( aku meraba-raba rambutku yang panjangnya cuma satu senti itu, mencoba mengingat kembali saat-saat bersama rambut klimisku. Aku merasa kehilangan atas kepergiannya:" dan juga aku kehilangan harga diriku sebagai lelaki.
Tiap lewat kepala aku ini kaya hajar aswad, suka dipegang. Kalo bahasa awamnya kepala aku ni suka di grepe-grepe sama temen-temen. Aku merasa udah ga suci lagi sejak semua orang menyentuh kepalaku dengan senonoh:"
Tangan-tangan kotor itu...
Aku masih ingat tangan siapa itu..
----------
Kalo kita bandingin dengan berita-berita yang lagi hangat tentang kekerasan seksual di kalangan anak-anak, mungkin topik kekerasan terhadap orang botak mungkin lebih banyak peminatnya yang mau nonton, dan juga bakal ditemukan kasus pengidap penyakit baru lagi. yang namanya bla-bla phelialah, anemia-lah, apalah..
tapi yang jelas, kasus-kasus kek gitu tu ga ada hubungannya dengan pengidap penyakit atau virus MERS. Dunia ni aja yang makin aneh, ya gak? isinya udah pada gak beres, yang bakar hutanlah, merkosa anak kecil lah, ulama ketauan mesumlah. Sekarang udah bukan jaman globalisasi lagi. Ini udah jaman naturalisasi. dimana orang lebih senang melampiaskan kesenangannya sendiri dibandingin mikirin kepentingan orang lain. Orang-orang udah pada ga peduli dengan keadaan rumah, mereke lebih memilih mebuat acara di luar dibanding makan bareng keluarganya.
Ini zaman dimana orang ga ada segannya, semua orang udah mulai natural, alami ngeluarin sifatnya, alami melakukan semua hal, tanpa peduli akibatnya.
*Jadi sebenarnya kita ngebahas kepala aku atau berita di tivi ya?
Yaudah, sedikit pesan.
Jangan peduliin apa yang aku sebutin tadi, anggap aja kalian belum ngebacanya. introspeksi diri, sadar akan apa yang telah terjadi di dunia ni. Sadar kalau bukan es di kutub aja yang udah mencair, sadar kalau orangtua kita udah mulai keriput. sadar kalo para ulama udah mulai jarang dijumpai, paling juga ustad kondang yang banyak, dan sadar akan jiwaku yang tlah rapuh (?)
OK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar