Namaku Bima (disamarkan), biasa dipanggil Bima, dan sebut saja Bima, dan yang pasti bukan chota Bheem.
Semua orang boleh manggil aku apa aja, asal jangan nama itu. Kecuali namanya dari karakter kartun yang lebih gimana gitu. Contoh: "heh Sasuke, iya! kamu. yang make kacamata". kalo yang ginian mungkin bisa diterima.
Oke, Aku lahir dari keluarga kecil, sederhana, dan Bahagia. Lengkaplah rasanya kalo jadi anak tunggal.
Jadi singkatnya, Umur 7 tahun Aku udah ditinggal mati sama Bunda. Bunda meninggal karena Leukimia yang dideritanya, lebih ngarah ke lupus juga sih sakitnya. Bunda sempet bilang "Abim harus jadi dokter buat nyembuhin Bunda". But, that's not easy mom:) dan itu juga bukan pilihanku. Lagian aku udah terlambat buat nyembuhin Bunda.
Waktupun berlalu, 5 tahunpun berlalu. Aku menjalani semuanya bareng Upi. Walaupun Upi itu seorang ayah, tapi dia ngelakuin aku kaya punya keduanya. Dia manjain aku, dia selalu ngasih aku saran maupun nasehat, dia rawat aku kalo sakit. Hingga hari itu, firasat aku hari itu tiba-tiba ga enak. Biasanya yang nganterin berangkat sekolah Upi, hari itu harus naik oplet. Biasanya kalo dicium langsung bangun, hari itu juga upi tiba-tiba ngebentak aku. Aku lihat dia kaya nahan sakit gitu. Aku marahan sama dia waktu itu, ambil uang jajan, langsung cabut naik oplet. Tapi, itu terakhir kali aku ketemu upi. Subuhnya Upi meninggal. Katanya karena angin duduk. Aku ga tau pasti, tapi yang jelas, malamnya aku mimpi upi meninggal. Subuhnya beneran meninggal.
Kalo aku ceritain kaya gini biasanya sih banyak yang nanyain "trus, kau gimana?","apa perasaan kau waktu tu?". Rasanya yaaah.. banyaklah. bingung, kaget, marah, dendam entah sama siapa, pokoknya hal itu akan mengubah hidup kau kedepannya. Kau akan jadi orang yang berbeda, kau bukan orang yang manja, lembut, dan baik lagi.
- "Orang yang kehilangan cintanya, akan kehilangan kenangan tentangnya." -