Jadi ceritanya masih bingung nih mau nulis apa. Udah lama banget ga nulis, jadi dimaklumi aja ya hehe. Padahal udah niat banget pengen nulis. Bagusan cerita apa nih?
Oh ya,
Ada
Oke
Cabut~
Jadi ceritanya 30 Januari kemarin, Temen aku Feby ngerayain ulltahnya yang ke -17 di hotel ardut. Ultahnya bisa dibilang mewahlah, ya karena emang mewah siih. Secara di hotel gitumah. Jadi aku bukan bahas tentang pestanya. Tapi tentang cerita pas otw (cielah otw) sama kekonyolan kami di pesta. Jadi sebelum berangkat kami ngumpul dulu di rumah dheny (baca: bapak). Di rumah bapak, maksudnya dheny, kami berangkat sama-sama ke ultahnya feby. Tapi, karena aku prihatin sama rifky yang ngerasa masih di rumahnya (make sendal), aku mengajaknya ke rumahku dulu untuk memakai(sewa) sepatuku sementara, sekalian nambah jajan kan, hehe. Gaaa, becanda. Ya aku pinjemin dah sepatu aku. Tapi yang lain udah ninggalin kami duluan, yaudah kami berangkatnya berdua aja. Kebetulan aku yang nebeng. Jadi pas di jalan aku sama rifky sempet kebingungan jalan ke dipo. Karena kegelapan malam sepertinya membutakan arah kami~
"Bim, lewat mana ni bim?"
"Kayanya lewat senapelan ky, mungkin"
Rifky percaya aja~
"Ini udah di simpang, belok mana ni bim?"
"Lurus mungkin ki"
padahal aku lagi liat hp dan ga tau kenapa rifky tiba-tiba bawa motornya kaya mau ketabrak. Pas aku liat kami lewat di antara dua mobil:)) pas di tengah tengahnya~
"Perboden bim!!"
Dengan penuh rasa kecewa rifky mengungkapkan kata kata tsb. Lalu kami mengambil jalan ke arah jalan protokol. Di sana biasanya ada polisi yang msnertibkan lalu-lintas. Namun kami tetap memaksa untuk lewat sana karena satusatunya jalan agar tak tersesat cuma lewat sana.
Dari kejauhan kami melihat ada dua orang polisi yang berdiri melihat orang lalu lalang sambil menertibakan beberapa pemotor yang tidak lengkap. Yang satu berdiri di tengah jalan, sedangkan yang satunya berdiri di pinggir jalan. Rifky yang membawa motor dengan penuh ke-enjoy-an rifky mengambil jalur kiri dan seketika motor rifky mogok tepat di depan antar dua polisi tadii!! Salah satu polisi berteriak seolah ingin menangkap kami. Aku yang ketakutan langsung turun dan berlari ke seberang jalan. Rifky yang tadinya santai mendorong motornya dengan penuh kepanikan. Semua orang berteriak dan menglakson kami seolah kami maling, huft. Rifky juga menyangka bakal ditangkap, tapi polisinya kayanya gapeka. Kami dibiarin gitu aja tancap gas lagi meskipun aku udah duluan daripada rifky~
Btw ini sekilas cerita lama di tahun 2015. Sekarang 1 maret 2016, baru ngebuka blog lagi setelah berabad abad kemudian hehe. Jadi kebanyak cerita ini udah mulai lupa. Maklum efek menjelang UN. Agak baper juga sih karena ga bisa ikut smptn. Next story bakal dipost kok.
Thanks for read my blog guys!!